Aliansi BEM Unwar Sampaikan Tuntutan Mahasiswa, Ini Hasilnya!

Warmadewa_Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Warmadewa melakukan audiensi dengan pihak rektorat terkait tuntutan mahasiswa Universitas Warmadewa pada Rabu, 01/07/2020.

Audiensi yang dilakukan Aliansi BEM tersebut dimaksudkan untuk menyampaikan beberapa tuntutan mahasiswa di tengah pandemi Covid-19. Dalam pertemuan tersebut, Aliansi BEM menyampaikan setidaknya ada tujuh hal yang menjadi poin tuntutan.

Adapun ketujuh poin tuntutan yang disampaikan oleh Aliansi BEM Universitas Warmadewa adalah sebagai sebagai berikut:

  1. Meminta keringanan pembayaran SPP untuk semester ganjil tahun 2020-2021,
  2. Meminta pihak Universitas Warmadewa memfasilitasi kuota internet untuk semua provider, mengingat bantuan yang ada saat ini hanya dari 1 provider saja, sedangkan banyak diantara mahasiswa yang tidak menggunakan provider telkomsel,
  3. Meminta agar ditindaklanjuti dosen yang semena-mena mengubah jadwal mengajarnya tanpa persetujuan mahasiswa dan juga terlalu banyak pemberian tugas,
  4. Pembayaran E-learning Rp. 350.000/semester tidak membuahkan hasil kepada mahasiswa, karena pembelajaran menggunakan e-learning tidak berjalan efektif,
  5. Pemasangan plang pada pintu masuk dan keluar di Universitas Warmadewa yang kurang berfungsi dengan baik, malah sebaliknya pada saat di pagi hari kuliah membuat kemacetan di pintu masuk,
  6. Meminta kepada pihak rektorat supaya birokrasi dalam pelayanan bisa lebih cepat dan mudah,
  7. Meminta transparansi tentang asuransi mahasiswa.

Pertemuan tersebut kemudian menghasilkan beberapa kesimpulan terkait tuntutan yang disampaikan, diantara;

  1. Untuk SPP, rektorat tidak bisa memutuskan sendiri karena ada wewenang dari yayasan. Segera akan dirapatkan dengan yayasan, apakah nanti akan diberi keringanan pembebasan denda/ boleh dicicil / penangguhan atau yg lainnya. Aliansi tetap akan terus mengawal hal ini sampai keputusan final sesuai tuntutan
  2. Untuk e-learning, saat ini masih belum efektif karna ini baru di warmadewa dan akan didiskusikan bersama yayasan tentang pemotongan biaya e-learning dari mahasiswa.
  3. Begitu juga dengan portal sistemnya belum terintegrasi dgn baik tapi mahasiswa sudah disuruh bayar. Akan didiskusikan dengan yayasan terkait tuntutan pemotongan pembayaran.
  4. Untuk kuota tuntutan diterima dan akan diusahakan supaya bisa pakai provider yang lain diluar telkomsel dengan besaran yang lebih untuk menunjang mahasiswa dalam pembelajaran daring.
  5. Untuk dosen-dosen yang sistem mengajarnya diluar asas yang sewajarnya bisa dilaporkan ke fakultas masing-masing dan mulai saat ini, di rektorat akan disediakan wadah untuk menampung keluhan-keluhan dosen dari mahasiswa.
  6. Rektor secara langsung meminta kepada Wakil Rektor III untuk melakukan transparansi baik urusan birokrasi, koordinasi keuangan, dll baik kepada Rektor dan kepada mahasiswa, dan juga diminta secara rutin melakukan pertemuan-pertemuan dan diskusi-diskusi bersama lembaga mahasiswa, BEM maupun Unitas supaya koordinasi kemahasiswaan berjalan dengan baik.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *