DPRD Bali Bawa Aspirasi SANTI Terkait UU Cipta Kerja Ke DPR RI

Persmaunwar.com-DPRD Provinsi Bali menyerahkan aspirasi terkait Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja yang disampaikan Solidaritas Aliansi Rakyat Pro Demokrasi (SANTI) kepada Komisi IX DPR RI membidangi tenaga kerja di Hotel Mulia Senayan, Jakarta Selatan, Jumat (23/10) sore.

Penyerahan aspirasi dan dokumen draft RUU Ciptaker yang dinilai tidak berpihak kepada pekerja dan masyarakat itu diserahkan aktivis SANTI saat demo ke DPRD Bali, Jumat (16/10) lalu. Aspirasi SANTI lalu dibawa langsung Wakil Ketua DPRD Bali dari Fraksi Demokrat, Tjokorda Asmara Putra Sukawati. DPRD Bali ini diterima Kasubag Rapat Sekretariat Komisi IX DPR RI, Ahmad Rojali dan staf Komisi IX lainnya.

Tjok Asmara mengatakan dirinya datang ke Jakarta atas nama lembaga DPRD Provinsi Bali. Dalam penyerahan aspirasi dari elemen masyarakat Bali SANTI itu, Tjok Asmara didampingi Wakil Ketua Komisi IV DPRD Bali, Nyoman Wirya, dari Fraksi Golkar.

“Kami sudah serahkan aspirasi elemen masyarakat Bali SANTI. Jadi ini penyerahan atas nama lembaga DPRD Bali,” ujar Tjok Asmara.
Tjok Asmara mengatakan pimpinan DPRD Bali menyerahkan aspirasi masyarakat yang mengatasnamakan diri SANTI terkait dengan sikap mereka yang ingin ada rilis transparan terhadap UU Ciptaker oleh DPR RI dan pemerintah. Terkait ini sudah merupakan keputusan lembaga DPRD Bali, pada rapat pimpinan dewan, Senin (19/10) lalu.

“Hasil rapat pimpinan dewan ini kami ditugaskan bersama Komisi IV DPRD Bali membidangi tenaga kerja meneruskan ke DPR RI,” ujar Tjok Asmara. Kenapa tidak diserahkan di Sekretariat DPR RI ? Menurut Tjok Asmara penyerahan aspirasi masyarakat terkait dengan UU Cipta Kerja ini tidak dilakukan di Sekretariat DPR RI karena saat bersamaan ada penyemprotan disinfektan di Gedung DPR RI. Sehingga Gedung DPR RI ditutup sementara. “Kemarin Jumat itu ada penyemprotan gedung DPR RI untuk mencegah penularan Covid-19. Makanya kami serahkan di Hotel Mulia, Jakarta atas saran dari Sekretariat DPR RI. Staf Komisi IX Pak Rojali yang menerima,” ujar politisi senior Demokrat ini.

Tjok Asmara menyebutkan pihaknya sebagai pimpinan DPRD Bali mewakili lembaga juga telah meminta kepada DPR RI supaya diberikan draf asli UU Cipta kerja. UU Cipta kerja yang hingga saat ini memicu pro dan kontra serta demonstrasi secara nasional. Dan supaya UU cipta kerja bisa diketahui publik secara gamblang dan transparan.

“Kami berharap pemerintah merilis draf yang asli supaya transparan informasinya,” ujar Ketua DPC Demokrat Kabupaten Gianyar ini. Sebelumnya elemen masyarakat yang tergabung dalam SANTI (Solidaritas Aliansi Rakyat Pro Demokrasi) dalam aksi demonstrasi di depan Kantor DPRD Bali, Jalan Kusumaatmaja, Nomor 3 Niti Mandala Denpasar, Jumat (16/10)
Menyerahkan draft tuntutan mereka terkait penolakan terhadap Omnibus law cipta kerja dan ‘menodong’ Wakil Ketua DPRD Bali, Tjok Asmara dan Ketua Komisi IV, I Gusti Putu Budiarta alias Gung De, agar menyampaikan pernyataan sikap DPRD Bali atas UU Cipta Kerja.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *