Fakultas Hukum Unwar Siap Berlaga di PIMNAS 32

Hanya menghitung hari, PIMNAS (Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional) ke-32 akan diselenggarakan di Universitas Udayana, Jimbaran 27-31 Agustus mendatang. Berbagai persiapan, termasuk delegasi masing-masing Perguruan Tinggi se-Indonesia telah disepakati pasca monev (monitoring evaluasi) sejak 23 Juni-23 Juli lalu. PIMNAS kali ini akan diikuti oleh 460 team PKM. Menariknya Universitas Warmadewa berhasil memenangkan 1 proposal PKM Kewirausahaan dari mahasiswa Fakultas Hukum yang diketuai oleh Thalia Herliana Anggraini, yang beranggotakan Ni Made Debi Ade Viskesia dan I Dewa Agung Ayu Sae Radha Maheswari. Universitas Udayana hanya berhasil menyumbangkan 4 team, sedangkan Universitas Mahasaraswati tidak mendapatkan kesempatan untuk berlaga di PIMNAS kali ini. Meskipun hasil ini belum mencapai target (minimal 2 proposal) lolos PIMNAS 32, namun pihak pimpinan Universitas sangat mengapresiasi team ini dengan harapan agar minimal bisa meraih juara di bidang poster, presentase atau produk yang dihasilkan. Wakil Rektor III Universitas Wamadewa, I Wayan Parwata juga mendukung penuh usaha team dengan menugaskan para reviewer untuk membantu team. “Minimal kita bisa menjuarai poster, presentase atau produk hasil karya”, ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya. Strategi yang direkomendasikan dalam rangka meningkatkan jumlah dan mutu PKM kedepan adalah mata kuliah berbasis riset dan pelatihan. “PKM lahir dari mata kuliah berbasis riset yang dikolaborasikan dengan tugas mahasiswa. Selain itu, kita akan terus menggenjot pelatihan di setiap fakultas. Anggaran sudah ada tentunya”, tambahnya.

Ni Luh Putu Eka Kartika Sari, pembina Unitas Penalaran dan Jurnalistik Mahasiswa Universitas Warmadewa mengatakan strategi melalui pelatihan tergolong belum maksimal. “Sebab banyak pelatihan yang kandas. Menghabiskan dana tetapi tidak seimbang dengan output (hasil PKM) yang dihasilkan mahasiswa”, ucapnya. Kartika mengatakan akan bekerja sama dengan pimpinan dan para reviewer internal kampus untuk berkunjung dan singgah di setiap fakultas demi melakukan pendekatan hingga proposal tercipta, baik dari anggota team, dosen pendamping, format dan substansi. Kemudian proposal-proposal tersebut akan dilombakan agar mendapat PKM berkualitas untuk diajukan pada pendanaan 2020 seturut kuota yang diberikan Dikti. Konektivitas antara pimpinan Perguruan Tinggi, Fakultas, Dosen dan mahasiswa sangat menentukan. I Gusti Bagus Suryawan, reviewer PKM nasional untuk Unwar mengatakan bahwa ini merupakan cerminan dari belum pahamnya mahasiswa maupun dosen tentang PKM, sehingga partisipasi mahasiswa tergolong minim, apalagi jika terdapat dosen belum siap menyelesaikan ide mahasiswa. Suryawan menegaskan bahwa dosen hanya fokus di substansi, soal format, para reviewer akan bantu. Hambatan yang dialami yaitu pemahaman sempit tentang ide, latar belakang disiplin ilmu dan skim. “Ini yang keliru. Kalau kita belajar dari Perguruan Tinggi yang sudah berpengalaman di kompetisi PKM, justru ide yang ditulis bertolak dengan disiplin ilmu si penulis. Tetapi ide-ide seperti itu yang gila. Sangat diperhitungkan”, ujarnya saat diwawancarai. Contoh sederhana adalah PKM Kewirusahaan yang berhasil membuat team Fakultas Hukum Universitas Warmadewa melaju ke PIMNAS.
Indah Permata Sari, dosen pendamping team FH mengatakan akan memaksimalkan proses menuju PIMNAS mendatang, mengingat ini adalah satu-satunya team dari Unwar yang berhasil melangkah ke tahap puncak. “Saya bersama team dan para reviewer akan berusaha semaksimal mungkin, baik di bidang poster, presentase maupun produk”, tandasnya saat ditemui. Sebagai dosen pendamping, beliau menyampaikan apresiasi kepada teamnya karena telah mempersembahkan yang terbaik saat monev. Indah menambahkan bahwa penguasaan konsep tentang produk berasal dari mahasiswa, sebagai dosen pendamping akan melengkapi di bidang pemasarannya. “Saya juga tidak tahu banyak tentang produk, karena ini dari mahasiswa. Sehingga saya hanya bisa melengkapi, mungkin dari teknik pemasaran”, pungkasnya lagi. Semangat yang sama terpancar dari mahasiswa team PKM ini. Deby, pencetus ide dalam proposal, belum pernah membayangkan jika proposal yang mereka usulkan saat presentase (monev) lolos PIMNAS. “Tidak kebayang sama sekali, karena saat itu minim persiapan”, terangnya. Di sisi lain, team merasa senang sekaligus fokus dalam persiapan menjelang PIMNAS nanti. Harapannya team Warmadewa akan menjuarai salah satu bidang tersebut.

(BD)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *