Guru Purnima, Simbol Penghormatan Pada Guru Kerohanian Dan Pengetahuan Tertulis

Om Ano Bhadrah Kratavo Yantu Visvatah. Semoga pikiran yang baik datang dari segala penjuru.

Konnijiwa, minna!!

Sebagai seorang Brahmacari, tentunya kita akrab dengan dosen atau guru yang mengajari kita suatu bidang teetentu dan juga buku-buku pelajaran atau textbook yang biasa kita gunakan sebagai sarana belajar. Melalui dua hal tersebutlah pengetahuan dapat diteruskan dari generasi ke generasi sehingga IPTEK dapat terus berkembang.

Hal tersebut tentu saja mustahil terjadi di zaman ini jika tidak ada buku-buku pelajaran atau catatan tertulis, pastinya kita akan kesulitan memahami ilmu pengetahuan yang sangat luas itu. Terlebih lagi jika tidak ada guru yang mengajarkan kita dasar pengetahuan tersebut, maka semakin mustahil ilmu pengetahuan dapat berkembang. Keberadaan guru, khususnya guru spiritual, sangat penting dalam kehidupan untuk tetap menjaga eksistensi pengetahuan tersebut serta menghubungkan diri kita dengan Tuhan YME.

Tapi pernahkah teman-teman membayangkan darimana seluruh pengetahuan tertulis yang kita kenal selama ini datang? Siapakah guru pertama yang mengajarkan pengetahuan dalam bentuk tertulis? Nah, pertanyaan semacam inilah yang menjadi esensi dari perayaan Guru Purnima.

Guru berasal dari dua suku kata yaitu ‘Gu’ yang berarti kegelapan/kebodohan dan ‘Ru’ yang berarti penyelamat/penolong. So, Guru adalah seseorang yang mampu menyelamatkan kita dari gelapnya kebodohan menuju cahaya ilmu pengetahuan. Sementara Purnima merupakan istilah untuk menyebut ‘bulan penuh’ atau Purnama. Dapat dipahami bahwa Guru Purnima merupakan perayaan untuk menunjukkan rasa hormat dan bakti kita kepada guru spiritual, pengajar, termasuk juga Tuhan YME sebagai ‘guru alam semesta’ dan kedua orang tua sebagai ‘guru pertama kita’.

Guru Purnima ditetapkan jatuh pada Purnama di bulan Ashadha (antara Juni-Juli) menurut kalender lunar Hindu. Mudahnya, teman-teman tinggal mencari Purnama pada kalender bulan Juli dan itulah hari Guru Purnima. Lantas, mengapa Guru Purnima ditetapkan jatuh pada hari tersebut? Hal ini berkaitan dengan sejarah dari Guru Purnima itu sendiri dan sekaligus menjawab siapa guru pertama yang mengajarkan pengetahuan dalam bentuk tertulis.

Ketika Sri Krishna, yaitu sang Purna Avatara meninggalkan Bumi pada 18 Februari 3102 SM, saat itulah zaman kegelapan atau Kali-yuga dimulai. Kali-yuga dideskripsikan dalam Veda Bhagavata Purana Skanda 12 Adhyaya (Bab) 2 sebagai zaman dimana karakter religius, kebenaran, dan segala sifat mulia lainnya mulai berkurang hari demi hari sementara karakter materialistis, individualitas, hipokrit, korupsi, dan segala sifat tercela lainnya mulai merajalela hari demi hari.

Krishna Dvaipāyana Vyasa atau Maharsi Vyasa sebagai inkarnasi Tuhan YME di bidang sastra pun juga telah melihat masa depan melalui mata batinnya dan menemukan bahwa manusia-manusia Kali-yuga mulai tidak percaya akan Tuhan YME sehingga menjadi kurang sabar, temperamental, mudah sakit, dan berumur pendek. Hal tersebut mendorong beliau untuk mulai menuliskan seluruh pengetahuan Veda dengan tujuan agar lebih mudah dipahami manusia-manusia Kali-yuga. Beliau membagi Veda menjadi empat kitab untuk selanjutnya diajarkan pada keempat muridnya yakni Maharsi Pulaha (Rig Veda), Maharsi Vaisampayana (Yajur Veda), Maharsi Jaimini (Sama Veda), dan Maharsi Sumantu (Atharva Veda). Beliau sendiri juga menulis Veda Bhagavad-gita sebagai Pancamo Veda atau Veda kelima, Veda Smrti yang terdiri atas Vedangga dan Upaveda, Itihasa Mahabharata dan Ramayana, serta 18 Purana termasuk juga Bhagavata Purana atas saran Devarsi Narada, guru kerohaniannya.

Nahh, teman-teman bisa melihat betapa banyaknya akar Veda, atau pengetahuan yang telah diturunkan Maharsi Vyasa secara tertulis. Berkat jasa beliau tersebutlah kita dapat menikmati manisnya pengetahuan dalam ragam yang berbeda-beda.

Sampai hari ini, seluruh umat Hindu khususnya di India masih mengenang jasa beliau dengan menjadikan hari kemunculan Maharsi Vyasa, yaitu pada Purnama di bulan Ashadha, sebagai hari untuk menghormati guru-guru yang telah memberi kita semua pengetahuan sejak lahir dan juga menghargai pengetahuan tertulis hasil karya beliau. Guru Purnima atau Vyasa Purnima ini juga menandai mulainya periode Caturmasya (empat bulan ketika Matahari mulai bergerak menuju selatan) sehingga banyak para sadhu dan sannyasi berkumpul di kuil atau pura tempat persembahyangan untuk mendapat kesempatan meningkatkan kesadaran spiritual mereka.

Secara kultural, pelaksanaan Guru Purnima bisa berbeda-beda di setiap wilayah. Namun hal-hal utama yang ada dalam pelaksanaannya adalah sebagai berikut:

  • Wajib bangun pagi pada periode Brahma Muhurta (96 menit sebelum matahari terbit, artinya sekitar pukul 4-5 pagi)
  • Wajib melakukan meditasi dan mengucapkan mantra penghormatan kepada sang guru kerohanian
  • Wajib memuja kaki padma guru kerohanian dan menjadikan kata-kata yang terucap darinya sebagai mantra sebagai bentuk penyerahan diri dan kepercayaan pada beliau
  • Wajib melakukan diskusi kerohanian mengenai Tuhan YME bersama guru kerohanian
  • Wajib melakukan derma pada sadhu (orang suci) dan sannyasi (pertapa pengembara) serta melakukan penghormatan pada mereka layaknya guru kerohanian
  • Jika kondisi pribadi memungkinkan, wajib melakukan puasa selama 24 jam penuh

So minna, sudahkah kalian menghormati guru-guru di sekitar kalian? Sudahkah kalian menghargai buku-buku di sekitar kalian? Jika belum, sangat baik jika kita mulai menanamkan kesadaran akan pentingnya guru dan pengetahuan dengan lebih rajin belajar. Terlebih bagi teman-teman penganut Hindu, ada baiknya mulai mengenal perayaan Guru Purnima ini untuk lebih maju lagi dalam mengembangkan IPTEK dan kesadaran spiritual secara seimbang.

Terakhir, ada perlunya teman-teman menjadikan kutipan ini sebagai bahan perenungan.

“Just by remembering your Guru, you will be able to overcome all the obstacles. That’s why at the beginning of everything, Guru is remembered – not only by the saints, but also by many common people”

(Yoga)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *