Kembangkan Desa Ekowisata, Unwar Lepas Mahasiswa KKN-PPM 2019

Denpasar, – Universitas Warmadewa mengadakan acara pelepasan peserta KKN-PPM (Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat) di halaman upacara Fakultas Hukum Universitas Wamadewa, Kamis (1/8). Acara ini dilepas oleh Rektor Unwar yang disaksikan oleh Ketua Yayasan Kesejahteraan KORPRI Provinsi Bali, para perwakilan pejabat pemerintahan dan seluruh pejabat struktural Unwar. Peserta KKN-PPM tahun 2019 diikuti oleh 1.056 mahasiswa dari semua fakultas di lingkungan Unwar dan para dosen pendamping. Ketua Yayasan Kesejahteraan KORPRI Provinsi Bali, A.A. Gde Oka Wisnumurti mengatakan bahwa peserta mesti mengatasi masalah tanpa menimbulkan masalah. KKN-PPM adalah kesempatan terbaik bagi mahasiswa untuk menggali kemampuan diri yang akan dikolaborasikan dengan kebutuhan masyarakat. Maka diperlukan daya adaptasi. “Kita harus mampu menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungan sekitar, hargai perbedaan, sambil belajar”, ujarnya. Kali ini penyelenggaraan KKN dilaksanakan di 50 desa lokasi. Jumlah tersebut di luar rencana kepanitiaan sebelumnya yang menargetkan hingga 80 desa lokasi se-Bali.

Penyerahan name tag sebagai simbolis kepada peserta KKN

Pelepasan ini didasarkan pada pengembangan ekowisata yang menopang visi Universitas, berwawasan ekowisata dan berkompetisi secara global pada tahun 2034. Hal itu nyata dari tema yang diacungkan pada pelepasan kali ini, yakni “Pengembangan Ekowisata Menuju Kemandirian dan Kesejahteraan Masyarakat Desa”. Unwar mendorong peserta untuk memanfaatkan kegiatan ini dalam rangka mewujudkan kemandirian dan mampu menghadirkan solusi di tengah kehidupan masyarakat desa. Ditemui di tempat kerjanya, Kepala Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Unwar, I Wayan Wesna Astara menjelaskan bahwa KKN-PPM ini merupakan jembatan bagi mahasiswa, dosen dan masyarakat desa untuk bersama-sama menjalankan visi Unwar, berwawasan ekowisata. “Melalui kegiatan ini, mahasiswa dimampukan untuk melaksanakan proses pembelajaran (kuliah) ke masyarakat desa dalam rangka mengamati permasalahan di lapangan, agar dipecahkan berdasarkan materi perkuliahan yang sudah didapat. Sedangkan para dosen pendamping mesti mengontrol keberlangsungan kegiatan, sekaligus ajang diselenggarakannya riset. Intinya KKN-PPM tentang riset dalam pengabdian”, pungkasnya. Penyelenggaraan KKN-PPM dianggap penting merujuk pada Tri Dharma Perguruan Tinggi, salah satunya tentang riset dan pengabdian, juga sebagai cerminan wujud situasi masyarakat manakala mahasiswa menyelesaikan masa perkuliahannya. “Ini persiapan bagi mereka (mahasiswa)”, lanjutnya. Secara terpisah, mahasiswi yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa semua kegiatan KKN-PPM nanti akan diinfokan saat berada di lapangan. “Kami siap menjalankan kegiatan ini, enjoy aja. Ketemu teman baru. Lagian ini juga kewajiban, ya harus dijalani”, terangnya. Nantinya lanjutan dari kegiatan ini terlihat dari partisipasi aktif mahasiswa setelah terjun ke masyarakat dalam dunia kerja.
Seluruh pemangku jabatan dan civitas akademika Unwar mendukung keberlangsungan KKN-PPM untuk periode 1 bulan kedepan. Tentunya hasil yang berupa tingkat kepuasan masyarakat desa berkat kehadiran para mahasiswa dan dosen pendamping di masing-masing desa tersebut, nyata. Acara pelepasan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan daftar nama peserta kepada para perwakilan wali kota dan kecamatan sebagai tanda kerja sama pihak Universitas dengan pihak terkait untuk menjamin keberlangsungan kegiatan dari awal hingga akhir. (BD)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *