Mahasiswa Prodi Agroteknologi Unwar Kunjungi PT SINAR SOSRO

GIANYAR – PT SINAR SOSRO Gianyar menerima kunjungan para mahasiswa dan dosen Program Studi Agroteknologi Universitas Warmadewa pada Rabu (4/12). Kunjungan yang melibatkan 18 mahasiswa dan 2 dosen ini bertujuan untuk mengamati langsung pengolahan limbah yang selama ini dilakukan pabrik sebagai sisa pembuangan proses produksi. Menariknya, pengunjung tidak hanya diberikan informasi terkait pengolahan limbah, tetapi juga ditunjukkan langsung proses produksi teh botol dari awal produksi, karakteristik produk siap distribusi hingga pengolahan limbah. Tidak hanya itu, pengunjung juga disuguhkan dengan teh botol sosro yang dapat dinikmati selama kegiatan berlangsung, tanpa berbayar.
Kunjungan ini bukan pertama kalinya dilakukan oleh mahasiswa dan dosen Agroteknologi, tetapi telah dimulai sejak 1 tahun yang lalu. “Tujuan utama kita hari ini adalah menelaah pengolahan limbah agar tidak terjadi pencemaran lingkungan baik darat, air dan udara. Selain sebagai pengamatan lapangan dari perkuliahan, kunjungan ini dimaksudkan untuk memampukan mahasiswa tentang pentingnya menjaga lingkungan dari pencemaran”, ujar Ketut Agung Sudewa, dosen Agroteknologi saat memberikan sambutannya. Kunjungan seperti ini dinilai penting mengingat salah satu pengaruh besar dari adanya pabrik adalah limbah (pembuangan) yang pada akhirnya berdampak bagi lingkungan sekitar.

Ayu, Pemandu kunjungan Mahasiswa Agrotek Unwar di PT. SINAR SOSRO


PT SINAR SOSRO Gianyar merupakan pabrik ke-tujuh dari 15 pabrik Rekso lainnya yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Kunjungan seperti ini juga tidak hanya dilakukan oleh Universitas Warmadewa, pengunjung dapat berasal dari Perguruan Tinggi lain, baik dalam maupun luar pulau Bali. Selain Perguruan Tinggi, ada juga yang berasal dari PAUD, SMP, SMA, bahkan seminggu yang lalu, pabrik Rekso ini kedatangan SLB (sekolah luar biasa) Jimbaran, Bali. “Cuman materinya disesuaikan”, tandas Ayu saat memberikan materi. Hal tersebut yang membuktikan bahwa PT SINAR SOSRO Gianyar patut dijadikan destinasi belajar yang layak dikunjungi oleh pihak manapun. Pabrik ini telah diresmikan untuk beroperasi di Bali sejak tahun 2001 yang langsung disahkan oleh Bupati Gianyar. Cakupan konsumennya tersebar di wilayah Indonesia timur, yakni Bali, NTB dan NTT. Sehari jumlah produk yang dihasilkan pabrik ini sebanyak 30000 botol. Karakteristik standar produksi teh botol sosro selalu memperhatikan aspek kualitas, keamanan, kesehatan produk dan lingkungan. Untuk mewujudkan aspek tersebut, maka proses produksi dilakukan berbasis teknologi terkini, tidak berbahan pengawet dengan suhu rata-rata produksi antara 80-1000C serta masa layak konsumsi selama 1 tahun sejak produk diproduksi.
Pada tahap pengolahan limbah, pabrik Rekso ini dilengkapi dengan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah). Limbah hasil produksi teh botol, diproses dengan penambahan mikroorganisme untuk mengurai limbah agar dapat disaring kembali, sehingga kualitas air tersebut layak pakai. “Karena limbah ini mengandung air, gula dan teh, cocok sekali untuk mikroorganisme. Selanjutnya air yang telah melewati penyaringan, digunakan untuk kolam ikan. Indikatornya adalah ikan hidup”, terang Dian, salah satu pemateri. Selain limbah, terdapat juga ampas pabrik yang sebagai pupuk yang siap difermentasi. Tetapi dalam hal ini, pabrik Rekso membuka peluang Perguruan Tinggi agar mengadakan kerja sama dalam kaitannya dengan proses pembuatan pupuk hingga siap dipasarkan. “Sehari kita bisa menghasilkan ampas sebanyak 2 ton. Kalau Warmadewa berkenan, kita bisa kerja sama dalam pembuatan pupuk kompos”, jelas Ayu saat ditemui. Seluruh limbah yang dihasilkan dari kegiatan pabrik tidak terbuang begitu saja, apalagi sampai mencemari sungai yang berada tepat disamping pabrik. Hal tersebut dikarenakan adanya kesepakatan antara pihak pabrik dan masyarakat sekitar untuk menjaga keberlanjutan produksi produk dan lingkungan. Tentunya siklus tersebut patut diterapkan pabrik lain dalam rangka menjaga keberlanjutan kesehatan lingkungan, agar tidak ada pihak yang dirugikan. (BD)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *