Opini Mahasiswa Unwar: Kuliah Online, Antara Isi Paket Dan Isi Perut

Penerapan kebijakan kuliah dengan metode daring atau online untuk mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan kampus Universitas Warmadewa telah dilakukan sejak dikeluarkannya Surat Edaran oleh Rektor Universitas Warmadewa pada 16 Maret lalu.

Ada beragam reaksi atau pendapat dari mahasiswa pasca diterapkannya kebijakan kuliah daring ini. Ada yang senang karena bisa kuliah dari rumah sambil selonjoran bahkan tidur-tiduran, ada juga yang bereaksi lain dengan mengeluhkan banyaknya tugas.

Terlepas dari banyaknya tugas yang diberikan dosen, kuliah dengan metode daring yang telah dijalankan hampir tiga minggu ini ternyata mengalami beberapa persoalan, yakni besarnya biaya kuota internet bagi para mahasiswa dan pengatuaran jam kuliah online yang tak menentu.

Yang lebih memberatkan menurut saya adalah masalah kuota internet yang cukup banyak untuk mendapatkan akses kuliah online ini. Kita ketahui bersama bahwa sejak mendaftar ulang (registrasi) kali lalu, kita semua, termasuk saya turut membayar biaya SPP seperti biasanya. Namun, dampak dari merebaknya wabah Corona yang mengharuskan kita kuliah online ini mengharuskan kita mengocek rupiah lagi guna mengakses perkuliahan online itu. 

Sedikit cerita, saya adalah salah satu mahasiswa yang kuliah sambil bekerja. Saya bekerja di salah satu hotel di Kabupaten Badung.  Namun, dampak daripada pandemi Covid-19 ini juga turut dirasakan oleh tempat saya bekerja. Karena itu, pihak manajemen memutuskan untuk menutup sementara hotel dan semua staff di rumahkan tak terkecuali saya sendiri juga ikut dirumahkan. 

Di sinilah satu hal yang membingungkan tersebut muncul dimana saat ini uang yang saya miliki menipis dan harus super irit agar tetap bertahan hidup. Kemudian ada lagi tuntutan kuliah online menambah rumit permasalahan ini. Di sinilah saya harus memilih antara membeli beras untuk makan atau beli kuota untuk kuliah online lantaran metode kuliah online ini tidak dibarengi dengan fasilitas penunjang seperti kuota internet bagi mahasiswa. Jika saya beli beras untuk makan, bagaimana kuliah onlinenya? Apakah harus berhenti? Jika saya harus membeli kuota bagaimana dengan perut ini? Harusnya hidup yang terhenti? Tentu tidak.

Di sini saya tidak menyalahkan siapapun karena ini musibah yang menimpa seluruh dunia namun saya ingin mengajak untuk kita sejenak berpikir dan mencarikan solusi terbaik bersama sama agar tidak ada yang dirugikan dalam hal ini.

Mungkin bisa menyediakan kuota gratis seperti yang dilakukan beberapa universitas lain, yakni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang memberikan bantuan kepada seluruh mahasiswa aktif selama tiga bulan terhitung sejak Maret sampai dengan Mei 2020 sebesar Rp 150.000 setiap bulan melalui skema pemotongan Uang Kuliah Tunggal (UKT) semester selanjutnya. Ada juga Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) yang memberikan subsidi kuota internet sebesar Rp 200.00 selama pelaksanaan perkuliahan dan ujian online yang telah dimulai sejak 16 Maret dan diperpanjang sampai dengan 30 April 2020.  

Kemudian ada lagi ITB bekerja sama dengan sejumlah provider dengan memberikan akses gratis modul kuliah e-learning untuk mahasiswa. Kerja sama tersebut rencananya akan berlangsung sampai perkuliahan kembali normal. Atau mungkin bisa juga dengan memberikan harga kuota yang murah agar memudahkan mahasiswa dalam mengakses kuliah online agar tidak terjadi penurunan nilai bagi mahasiswa. 

Harapan saya, semoga masalah ini dapat terpecahkan dengan adanya kebijakan dari pihak universitas. Dan semoga pula Pandemi Covid 19 ini cepat berlalu dan semua dapat kembali normal seperti sediakala.

Akhirnya kata, saya juga mengimbau kepada seluruh mahasiswa Unwar untuk terus menjaga kesehatan, rajin cuci tangan, dan stay at home. Jangan lupa jaga kesehatan mental agar imun tidak menurun meski tugas online-nya banyak.

PUR; Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Warmadewa.

Ilustrasi : hadiancraft

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *