Penasihat Hukum JRX SID Nilai Pertimbangan Hakim Kurang Tepat

Persmaunwar.com, Denpasar – I Gede Ary Astina alias Jerinx dinyatakan terbukti bersalah oleh majelis hakim atas perkara “IDI KACUNG WHO” di Pengadilan Negeri Denpasar, kamis (19/11/2020).

Jerinx divonis 1 tahun dan 2 bulan penjara dan denda sebesar Rp 10 juta. Vonis hakim ini lebih ringan dari tuntutan jaksa 3 tahun penjara.

Penasihat hukum Jerinx menyampaikan bahwa kliennya sangat kecewa dengan putusan hakim dalam persidangan tersebut.

“Ekspresi Jerinx kan jelas ya bahwa Jerinx kecewa dengan putusan ini, itu sudah jelas. Jadi , tapi kita akan meresponnya dengan cermat. Oleh karna itu tadi Jerinx mengatakan setelah berkonsultasi dengan kami, akan mengunakan waktu berfikir tujuh hari sama seperti Jaksa.” tutur Sugeng Teguh Santoso penasihat hukum Jerinx.

Kemudian penasihat hukum Jerinx ini mengatakan bahwa pada dasarnya Jerinx dan tim penasihat hukum kecewa pada putusan hakim dalam persidangan. Sementara itu, Jerinx dan penasihat hukumnya belum memutuskan banding atau tidak, mereka akan mengunakan waktu tujuh hari kedepan untuk memikirkan hal itu.

“Karena tadi salah satunya hal-hal yang diajukan oleh kita adalah saksi ahli bahasa yang menjadi kunci dari kasus ini, yaitu bapak Jiwa Atmaja keterangannya sama sekali tidak dipertimbangkan. Karna perkara ini berlandaskan pada pertimbangan keterangan ahli, Jiwa Atmaja sama sekali tidak dipertimbangkan. Banyak keterangan Jiwa Atmaja sebetulnya yang bisa menjadi suatu dasar untuk membuat keputusan yang lebih baik untuk Jerinx.” tegas Sugeng.

Saat ditemui awak media, Gendo penasihat hukum Jerinx juga menyampaikan bahwasanya mereka merasa pertimbangan majelis hakim kurang tepat dalam memberi putusan/vonis terhadap Jerinx.

“Ada banyak-banyak hal yang kemudian kami merasa pertimbangan yang mulia hakim kurang tepat begitu, sehingga kami tadi setelah kami berdiskusi dengan Jerinx, ia memutuskan mikir-mikir selama tujuh hari.” ujar Gendo.

Selanjutnya Gendo menyampaikan, kemungkinan antara waktu tujuh hari atau setelah tujuh hari itu mereka akan memberikan keterangan pers terkait keputusan itu.

Pewarta : Ety Madun

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *