Penutupan DIKLATDAS XXI KSR-PMI Tahun 2021, Berkembang Dalam Mendukung Kampus Merdeka

KSR-PMI mengadakan acara penutupan DIKLATDAS XXI pada hari Selasa, 16 Februari 2021. Acara yang diselenggarakan di ruang sidang Sri Kesari Mandapa Universitas Warmadewa ini dilaksanakan secara daring. Acara ini turut serta dihadiri beberapa undangan di antaranya adalah Wakil Rektor III Universitas Warmadewa, Kabag Kemahasiswaan, Humas Universitas Warmadewa, Kepala Palang Merah Indonesia Kota Denpasar dan Provinsi Bali, pembina Unitas KSR-PMI, serta presiden BEM dan DPM Universitas Warmadewa. Acara dimulai dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan doa dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Mars Universitas Warmadewa, serta Mars PMI.

Setelahnya, acara dilanjutkan dengan pembacaan prinsip-prinsip dasar gerakan internasional palang merah dan bulan sabit merah serta dilanjutkan dengan laporan ketua panitia. Dalam laporan ketua panitia disebutkan bahwa, DIKLATDAS dilaksanakan selama 10 hari terhitung dari tanggal 5-16 Februari 2021.

Dalam sambutannya, ketua KSR-PMI berharap agar anggota baru dapat berkontribusi dalam memberi nilai lebih bagi organisasi KSR-PMI. “Saya berharap kepada anggota baru dapat mengembangkan kapasitas diri sehingga mampu menambah nilai lebih untuk organisasi KSR-PMI ini,” ujar ketua KSR-PMI.

Wakil Rektor III Universitas Warmadewa dalam sambutannya menyampaikan dua hal, di antaranya adalah bagaimana KSR-PMI membangun kekuatan dengan kegiatan sosial dan mengikuti kompetensi untuk membangun kecerdasan. Kedua hal tersebut sangat diharapkan oleh Wakil Rektor III kepada Unitas KSR-PMI. Selain itu, Wakil Rektor III juga berharap kepada Unitas KSR-PMI agar dapat memberikan format kurikulum untuk dilakukan dalam berbagai kegiatan kemanusiaan karena kepalangmerahan telah masuk dalam kegiatan kampus merdeka.

“KSR PMI perlu membangun kekuatan dengan melakukan kegiatan sosial dan mengikuti kompetensi untuk membangun kecerdasan. Selain itu juga, saya berharap kepada unitas KSR-PMI agar dapat memberikan format kurikulum yang dapat dilakukan dalam kegiatan kemanusiaan karena kepalangmerahan telah masuk dalam kegiatan kampus merdeka,” ujar beliau.

Oleh: Sandi

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *