Real-Time Polymerase Chain Reaction (RT PCR) Test Lab. Biomol Universitas Warmadewa

Persmaunwar.com – Tidak terasa sudah mendekati akhir tahun 2020 dan Indonesia masih belum ada tanda-tanda pulih dari wabah Pandemi Covid-19. Berbagai upaya dan kebijakan telah dilaksanakan oleh pemerintah selama pandemi, khususnya dalam usaha memperlambat dan memutus penyebaran SARS-CoV-2 dengan mengeluarkan protokol kesehatan. Contohnya Bali dengan Peraturan Gubernur Nomor 46 Tahun 2020, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk Jakarta dan sekitarnya, Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) di Denpasar dan sekitarnya, penyediaan rapid test serta Polymerase Chain Reaction (PCR) dan lainnya. Adapun kebijakan-kebijakan lainnya untuk menanggulangi terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) besar-besaran meliputi program Bantuan Langsung Tunai (BLT), Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), serta peringanan proses perijinan usaha. Pemerintah juga mengeluarkan kebijakan tentang harga maksimal rapid test dan PCR mengingat oknum-oknum nakal yang memanfaatkan keadaan pandemi ini sebagai ladang bisnis dadakan. 

Dalam penanganan Pandemi Covid-19, wajib dilaksanakan metode 3T (test, tracing, treatment) yang dilakukan berkala oleh tenaga kesehatan (nakes) dan relawan-relawan kesehatan untuk pengumpulan data dan sampel demi penelitian lebih lanjut. Sampel rapid test menggunakan darah sedangkan tes PCR menggunakan lendir yang diambil dari hidung dan tenggorokan melalui swab test. Mengingat kemampuan rapid test yang hanya mendeteksi secara mendasar dengan hasil reaktif dan non-reaktif terhadap perubahan pada antibodi, maka tidak diketahui secara pasti agen penyebab perubahan kondisi antibodi tersebut sehingga hasilnya tidak seakurat tes PCR. Namun, ketidakakuratan hasil rapid test tersebut tidak segera diiringi dengan penggunaan tes PCR. Beberapa penyebab hal tersebut seperti harga alat yang lebih mahal dan keterbatasan jumlah alat itu sendiri. Tindak lanjut yang tidak sigap seperti ini cenderung berbahaya karena berdampak pada penanganan yang tidak tepat serta peningkatan angka kasus yang terus menerus. Bukankah ada baiknya jika fokus pemeriksaan ditekankan pada pasokan alat tes PCR dengan pertimbangan tingkat keakuratan yang lebih tinggi serta tidak hanya menunggu bantuan vaksin saja?

Di Bali sendiri ada tiga tempat yang melayani dan memiliki perlengkapan tes PCR antara lain Rumah Sakit Universitas Udayana yang melayani swab test rRT-PCR seharga Rp 900.000,00,- untuk pasien mandiri dan Rp. 350.000,00,- untuk ASN. Selanjutnya Rumah Sakit Sanglah yang melayani rapid test seharga Rp 150.000,00,- dan tes PCR hanya untuk pelaku perjalanan ASN saja. Dan terakhir, Laboratorium Biologi Molekuler (Biomol) FKIK Universitas Warmadewa yang menerima sampel swab test untuk diteliti lebih lanjut. 

Lab. Biomol Unwar telah diakui oleh pemerintah sebagai JEJARING LABORATORIUM PEMERIKSAAN CORONAVIRUS DISEASE 2019 (COVID-19) dalam SURAT KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR HK.01.07/MENKES/405/2020, dengan Surat Keputusan Gubernur Bali dan Surat Keputusan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bali. Lab. Biomol Unwar Gedung F3 lantai 1 FKIK yang resmi beroperasi sejak Mei lalu, bergerak di bidang Biologi Molekuler Dan Bioteknologi Kedokteran dengan Sistem Bio Safety Level–2 (BSL–2) untuk penanganan infeksi dan bahaya kesehatan tingkat sedang.  Peralatan Lab. Biomol ini mendukung untuk pemeriksaan PCR Covid-19, seperti mesin RT PCR, Bio Safety Cabinet (BSC) level 2, sentrifuge, mikropipet, freezer serta dilengkapi dengan beberapa peralatan penunjang lain seperti mesin PCR konvensional, mesin ELISA, elektroforesis,  mesin gel documentation, mesin water purification, dan lainnya. Selain membeli kelengkapan laboratorium secara mandiri, Lab. Biomol juga mendapatkan hibah alat dari Dinkes Provinsi Bali berupa 1 (satu) buah alat RT PCR, dan juga mendapat pinjaman alat ekstraksi otomatis 1 (satu) buah dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). 

Menurut dr. Sri Ratna Dewi, M.Sc., Sp.PK selaku Kepala Unit Laboratorium FKIK Unwar, keikutsertaan berpartisipasi dalam penanggulanganan pandemi Covid-19 adalah salah satu bentuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi (pengabdian kepada masyarakat). dr. Ratna menyampaikan bahwa Lab. Biomol hanya menerima sampel swab test yang sudah diwadahi Virus Transport Media (VTM) dari fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes). Hal tersebut dikarenakan Lab. Biomol termasuk dalam kawasan Unwar dan jika dibuka untuk umum (orang-orang dari luar kampus) akan sangat berisiko terhadap penyebaran SARS-CoV-2. Sampel-sampel yang masuk ke Lab. Biomol sendiri berasal dari fasyankes seputar Denpasar dan Gianyar dan tidak ada batasan wilayah untuk sampel layanan mandiri. Untuk swab test langsung, dibatasi hanya untuk internal petugas Lab Biomol yang sudah menjadi SOP untuk diambil swab test-nya setiap 2 minggu sekali untuk memonitor kesehatan petugas. Lab. Biomol memiliki 24 orang petugas yang terdiri dari tenaga dokter spesialis, dokter umum, analis, S2, dan nakes lainnya seperti perawat dan bidan yang ikut membantu di pelaporan hasil.

dr. Ratna mengkonfirmasi kerjasama yang terjalin dalam menangani Covid-19 ini dan dituangkan dalam MoU dengan fasyankes swasta lainnya untuk sampel-sampel atas permintaan sendiri untuk keperluan pelaku perjalanan (PP), seperti dengan Klinik Padma Bahtera, Klinik Ananta, Rumah Sakit Kasih Ibu, Rumah Sakit Bhakti Rahayu, dsb.  Lab. Biomol Unwar mengerjakan sampel dari gugus tugas (untuk wilayah Denpasar dan Gianyar) termasuk sampel (dengan indikasi) dari fasyankes daerah tersebut. Pengerjaan sampel gratis karena mendapat subsidi dari pemerintah. Dari kerjasama tersebut, sejauh ini Lab. Biomol sudah mengerjakan 23.538 sampel swab test, dengan rata-rata pemilik sampel-sampel tersebut bergejala ISPA seperti demam, batuk, dan pilek, dan banyak juga sampel hasil tracing yang tidak bergejala atau sering disebut sebagai OTG.  

Salah satu dokumentasi proses pelacakan SARS-CoV-2 menggunakan RT-PCR

A.A. Ngurah Sanjay Asmara adalah salah satu penyintas Covid-19 yang bersedia berbagi cerita dengan kawan Persma. Ketika ditanya mengenai respon dari orang-orang terdekatnya saat tahu dirinya terinfeksi, Ngurah Sanjay menjelaskan semuanya bersikap biasa. Dia menyadari bahwa daya tahan tubuh lemah menjadi faktor utamanya. Sebelum terinfeksi Covid-19, ia menjelaskan sempat makan-makan dengan temannya di sebuah kafe dan dua hari setelahnya Ngurah Sanjay merasakan kehilangan indra pengecapan dan penciuman hingga sekitar seminggu setelahnya. Sempat melakukan rapid test di Klinik Quantum seharga Rp 150.000,00,- dengan hasil non reaktif, ia melanjutkan swab test nasofaring di Puskesmas 1 Denpasar Barat dengan biaya administrasi Rp 15.000,00,-. Karena puskesmas tersebut masih belum memiliki alat PCR maka sampelnya diserahkan ke Lab. Biomol Unwar untuk diproses lebih lanjut pada 13 November 2020, dan hasilnya positif pada 14 November 2020. Selanjutnya dilakukan karantina di Hotel Ramada Sunset Road. Penanganan dan saran yang diberikan oleh petugas medis kepada Ngurah Sanjay yaitu pemberian vitamin, olahraga dan berjemur di pagi hari. Hindari kerumunan yang berpotensi penyebaran virus, jika bepergian seperlunya saja, mematuhi prokes, menjaga kebersihan dan physical distancing menjadi sarannya kepada orang-orang yang masih abai dengan Covid-19 ini. 

Lab. Biomol Unwar dan laboratorium lainnya sedang dalam proses untuk mendapatkan akreditasi yang bekerjasama dengan Badan Standardisasi Nasional (BSN) dan pada 22 Oktober 2020 lalu dengan mengadakan Kuliah Umum Standardisasi Dan Penilaian Kesesuaian dengan tema “Pengenalan Standarisasi Dan Akreditasi Dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran Di Perguruan Tinggi” secara daring via ZOOM. Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor I Ir. I Nyoman Kaca, MP., Zul Amri, S.T. selaku Kepala Biro HKLI BSN, Fajarina Budiantari, S.TP., M.Si selaku direktur akreditasi laboratorium BSN, dr. Sri Ratna Dewi, M.Sc., Sp.PK selaku Ketua Lab. FKIK Unwar dan Luh Putu Eka Kartika Sari, S.Si., M. Biomed selaku Ketua Divisi Lab. Biomol FKIK Unwar.

Oleh: Yundra

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *