SANTI Gelar Aksi Damai. Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja. Masa Aksi: UU Ini Cacat Formil.

Persmaunwar.com, Denpasar (Bali) – Disahkannya Omnibus Law RUU Cipta kerja pada Rapat Paripurna DPR-RI masih menjadi penolakan masyarakat terhadap pengesahannya pada 05/10/20.

Sekumpulan aksi massa yang tergabung dalam Solidaritas Aliansi Rakyat Pro Demokrasi (SANTI) melakukan aksi penolakan mereka ke Kantor DPRD Bali, Denpasar, Jumat (16/10/2020).

Aliansi SANTI yang didalamnya terdiri dari berbagai Organisasi yang ada di Bali yakni Mahasiswa UPJM, LMND, HMI, GMNI, PMKRI, GMKI, IMM, KMMI, Walhi Bali dan Frontier Bali, sedari awal menyatakan bahwa aksi mereka ialah aksi damai tanpa anarkisme, murni hanya menyalurkan aspirasi dan keresahan masyarakat atas pengesahan UU Omnibus Law yang dianggap tergesa-gesa, terlebih ditengah kondisi pandemi Covid-19 di Indonesia.
Masa aksi SANTI kurang lebih seratus orang yang turun kejalan, mereka bergerak dimulai dari parkiran timur lapangan puputan Renon sesuai pamflet seruan aksi damai yang disebarkan di sosial media menuju Kantor DPRD Bali.

Ditengah wabah virus corona, masa Aksi SANTI tetap patut menyikuti Protokol kesehatan, semua masa menggunakan masker dan berbaris rapi dengan jarak satu meter dengan masa aksi lainnya dan membawa hand sanitizer.

Sambil membentangkan spanduk bertuliskan Solidaritas Aliansi Rakyat Pro Demokrasi (SANTI), TOLAK OMNIBUS LAW UU CIPTA KERJA, dengan Hashtag #Tolakomnibuslaw cipta kerja #Batalkanuuciptakerja #MosiTidakPercaya.

“Tolak… Tolak.. Tolak Omnibus Law, tolak omnibus law sekarang juga..batal.. batal .. batalkan UU cipta kerja sekarang juga”. Begitulah seruan masa aksi yang dipimpin oleh Natri Sang Orator aksi SANTI.

Dalam orasinya, Natri Orator aksi SANTI menyampaikan bahwa terkait pembahasan dan pengesahan Omnibus Law ini, DPR-RI dan Pemerintah terkesan tertutup dan tidak melibatkan buruh maupun masyarakat itu sendiri. Menurut pihaknya Omnibus Law UU Cipta kerja merugikan kaum buruh maupun masyarakat.

“Kawan- kawan kita sudah tahu dari awal pembahasan dan pengesahan Omnibus Law UU Cipta Kerja ini, tidak demokratis, tidak melibatkan masyarakat, sebenarnya UU Cipta Kerja ini dibuat untuk siapa kawan-kawan? Tolak…tolak..tolak Omnibus Law sekarang juga”. Lanjut Natri bersama masa aksi SANTI.

Dalam seruan orasi SANTI, pihaknya juga menyebutkan bahwa Omnibus Law UU Cipta Kerja cacat secara Formil.

” Kami Solidaritas Aliansi Rakyat Pro Demokrasi (SANTI), menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja, undang-undang ini sudah cacat secara formil kawan-kawan.” Tutur Manseus Jehatta, orator SANTI.

Masa aksi SANTI, menolak beberapa pasal yang menurut pihaknya bermasalah dalam UU Cipta Kerja, dan tidak memberi kepastian hukum serta perlindungan hukum terhadap buruh maupun masyarakat terdampak.

Meskipun aksi tersebut seruan aksi damai, namun aparat keamanan tetap berjaga ketat . Aksi SANTI mendapat kawalan dari Kepolisian, TNI, POLRI, Satpol PP.

Jurnalis : Ety Madun.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *