Semangat Tanpa Mengenal Perbedaan Melalui Latdas-Makrab TKW Tahun 2021

Menutup bulan Februari 2021, Teater Kampus Warmadewa (TKW) mengadakan Pelatihan Dasar dan Malam Keakraban (Latdas-Makrab) yang dilaksanakan di Pondok Jaka Sangeh. Kegiatan Latdas-Makrab ini dimulai pada 27 Februari 2021 pukul 10.30 dengan dihadiri oleh sejumlah undangan seperti kedua pembina TKW, Wakil Rektor III Unwar, serta perwakilan dari sejumlah Unitas seperti PMHD Unwar, KSR-PMI Unwar, Mapala Citta Mandala, dan UPJM Unwar. Sambutan pembuka dilakukan berturut-turut oleh ketua pelaksana Latdas Makrab, kedua pembina, serta terakhir oleh Wakil Rektor III sekaligus membuka kegiatan Latdas-Makrab ini secara resmi.

Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian materi mengenai dasar-dasar teater yang dilaksanakan dalam beberapa sesi. Sesi pertama membawakan mengenai sejarah Teater Kampus Warmadewa (sebelumnya bernama Teater Warmadewa), yang sebenarnya telah berdiri tahun 1987 dan sempat berjaya pada tahun 1997. Namun karena suatu alasan Teater Warmadewa mengalami vakum sampai akhirnya pada 2015 didirikan kembali dengan nama resmi yang digunakan sampai hari ini. Sesi pemberian materi selanjutnya membawakan mengenai dasar-dasar Pantomim dan Pantoret, yaitu suatu seni teatrikal yang murni menggunakan gestur tubuh. Kemudian pemberian materi secara berturut-turut dilanjutkan dengan dasar-dasar Operet, lalu Drama, Musikalisasi Puisi, Monolog, serta Kabaret (termasuk juga mengenai Dance).

Menurut Ni Putu Ayu Sintya Manika Diva selaku koordinator acara Latdas-Makrab ini, daftar materi dasar-dasar Teater tersebut sudah sejak lama menjadi patokan dalam memberi pembekalan kepada anggota-anggota baru TKW. “Contohnya seperti Pantomim dan Operet yang sudah sering kita lakukan. (Tetapi-red) ada juga beberapa jenis teater yang belum kita spesifikasikan seperti Musikalisasi Puisi. Untuk saat ini kita memperluas bidang Pantomim dan Operet,” ujar mahasiswi yang akrab disapa Sintya ini.

Di tengah-tengah kondisi hujan, kegiatan dilanjutkan dengan beberapa games seperti permainan tepuk angka dan tebak gaya. “Sebenarnya untuk hari pertama games-nya ada empat, ada paku botol dan juga lari balon. Tapi karena cuacanya nggak memungkinkan dan Wantilan di sini juga kurang memungkinkan untuk permainan itu, jadinya dipindahkan ke hari kedua,” ujar Sintya. Setelah games, acara dilanjutkan dengan persiapan makan malam serta pentas dari peserta Latdas-Makrab yang terbagi dalam empat kelompok. Setelah pentas tersebut berakhir sekitar pukul 21.00 WITA, rangkaian kegiatan hari pertama pun berakhir.

Rangkaian kegiatan hari kedua diawali dengan senam pagi bersama antara peserta dan panitia. Setelah senam bersama, acara dilanjutkan dengan games kembali. “Pertama ada berdiri di atas koran, lalu paku botol dan lari balonnya dilanjutin, lari pusing, ada juga estafet tepung pake piring, terus ada juga pipa bocor, dan terakhir itu perang air,” ungkap Sintya mengenai jenis games di hari kedua. Setelah games berakhir, acara dilanjutkan dengan pelantikan seluruh peserta Latdas-Makrab yang berjumlah 27 orang sebagai anggota TKW secara resmi. Pelantikan dilakukan dengan penghormatan kepada bendera TKW secara simbolik, lalu penyiraman dengan air bunga, serta bersalam-salaman antara seluruh peserta dengan panitia di tengah-tengah hujan yang kembali mengguyur. Setelah pelantikan dan penutupan, kegiatan Latdas-Makrab resmi berakhir sekitar pukul 14.30 WITA.

Menurut Bagus Galih Prasetyo selaku ketua pelaksana kegiatan Latdas-Makrab ini, kelancaran kegiatan ini merupakan suatu kebanggaan baginya, terlebih lagi pesan yang dibawakan melalui tema kegiatan ini, yakni “Difference Is Not A Reason” (DINAR) telah tersampaikan secara utuh lewat kegiatan ini. “Maksud dari tema ini adalah perbedaan bukanlah sebuah alasan. Jangan jadikan perbedaan sebuah alasan untuk kita tidak bisa akrab dengan siapapun itu, baik dari latar belakang mereka, fisik mereka, agama, suku mereka. Justru jadikanlah semua itu sebagai alasan untuk bisa saling akrab,” ucap mahasiswa yang akrab disapa Galih ini.

“Semoga untuk anggota-anggota barunya itu betah sama kita, agar mengenal kita sebagai keluarga mereka juga, sebagai tim, dan semoga mereka bisa membantu kita mengembangkan nama baik Teater Kampus Warmadewa di ajang nasional maupun internasional,” ujar Galih saat ditanyai harapannya setelah kegiatan ini terlaksana. Senada dengan Galih, Sintya juga mengungkapkan harapan yang sama untuk kedepannya. “Harapannya agar kita semua tetap kompak. Jadi tujuan kelompok peserta itu diacak pada setiap sesi kegiatan agar mereka itu saling mengenal satu sama lain dan bisa saling bertukar pikiran mengenai teater,” pungkasnya.

Ketua terpilih TKW masa jabatan 2021, I Kadek Ardy Candra Wiranata atau yang akrab disapa Ardy ini mengungkapkan rasa bangganya terkait kegiatan ini. Ia menyebut ini adalah project pertamanya sebagai ketua umum. Tidak lupa ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia dan anggota TKW yang membantu melancarkan kegiatan ini. “Harapanku setelah Makrab ini semoga TKW semakin kompak, semakin berjaya dan mampu berkarya lebih banyak lagi. Dan untuk anggota baru yang bergabung semoga betah berteater dan mencintai TKW seperti rumah mereka sendiri,” ujar Ardy.

Tidak ketinggalan juga salah satu pembina TKW yakni Dr. Drs. I Made Mardika, M.Si., yang akrab disapa Pak Mardika juga mengungkapkan pentingnya kegiatan Latdas-Makrab ini sebagai titik temu antara yang lama dan yang baru. “Termasuk yang terpenting adalah sosialisasi antara orang-orang yang sudah lama berkecimpung (di TKW-red) dengan anggota baru, sehingga ada silaturahmi. Melalui acara inilah nanti digodok, apa yang akan dibuat dan target-targetnya nanti. Saya kira itu intinya,” tutup Pak Mardika.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *