Sidang Duplik JRX SID, Penasihat Hukum Nilai Kedua Keterangan Ahli Bahasa Menguntungkan, Mestinya JRX Bebas

Persmaunwar.com, Denpasar – Sidang lanjutan perkara “IDI KACUNG WHO” dengan agenda pembacaan Duplik oleh penasihat hukum Jerinx atau terdakwa digelar di Pengadilan Negeri Denpasar, Selasa, (17/11/2020).

Saat ditemui awak media kuasa hukum Jerinx, Sugeng Teguh Santoso S. H menyampaikan beberapa hal terkait agenda pembacaan duplik oleh timnya.

“Baik selamat siang, jadi Duplik kami hari ini sebetulnya kita mau memperlihatkan, hukum itu jangan dibelak- belokan, ya. Kemudian jangan mau menghukum orang dengan mencari pembenaran karna sejak semula saya katakan pencarian keadilan itu membutuhkan namanya presisi,” ujarnya.

Kemudian ia mengatakan bahwa timnya menolak sidang online karna ingin mendapat presisi. Pengacara Jerinx itu menyoroti keterangan ahli dalam persidangan dan surat tuntutan dan replik JPU yang dianggap copy-paste BAP.

“Ketika sudah sidang online, proses pembuktian sudah lewat, ada ahli yang didengar keterangannya di persidangan, ahli tersebut sesungguhnya memberikan keterangan yang baik untuk Jerinx atau terdakwa,” lanjutnya.

Sugeng Teguh Santoso menilai bahwa kedua ahli bahasa yang dihadirkan, yakni Aji Wibowo dan Jiwa Atmaja telah memberikan keterangan yang baik untuk Jerinx atau terdakwa, tetapi dalam surat tuntutan dan replik jaksa yang dikutip adalah berita acara Pemeriksaan (BAP).

“Padahal untuk mendapatkan keadilan yang baik, terapkan KUHAP secara konsekuen yaitu apa yang ahli nyatakan di depan persidangan, kedua ahli ini bukan BAP yang diambil,” tegas Sugeng.

Lebih lanjut ia mengungkapkan keterangan ahli terkait postingan Jerinx tanggal 15 bukanlah penghinaan. Kuasa hukum Jerinx itu juga mengatakan Jaksa melakukan copy-paste dan manipulatif.

“Tetapi kemudian oleh Jaksa, ia mengutip BAP untuk menyatakan bahwa itu penghinaan. Dicopy-paste dengan suatu sikap manipulatif. Kami berharap Majelis hakim menerapkan pasal 186 dengan mengambil keterangan bapak Jiwa Atmaja maupun ahli bahasa Aji Wibowo,” ujarnya.

Kemudian ia menambahkan titik terberat pembuktiannya ada pada keterangan ahli dan berdasarkan fakta persidangan kedua ahli tersebut memberikan suatu peryataan yang baik untuk terdakwa dan menurutnya semestinya Jerinx bebas.

Tim kuasa hukum Jerinx berharap kliennya dibebaskan dalam sidang putusan mendatang.

“Kita berdoa saja supaya putusan tersebut yang dibacakan tanggal 19 itu membebaskan Jerinx,” tutup kuasa hukum JRX.

Pewarta : Ety Madun

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *