Universitas Warmadewa Gelar Webinar Diskusi dan Peluncuran Buku Berjudul “Menabur Pesona, Merebut Kuasa”

Persmaunwar.com, Denpasar – Lembaga Penelitian Universitas Warmadewa Gelar Webinar peluncuran dan diskusi Buku berjudul “Menabur Pesona, Merebut Kuasa: Kontestasi Penguatan Desa Adat dalam Politik Kebudayaan di Bali” dimulai pada pagi hari pukul 10:00 AM,,tanggal 13 November 2020.

Webinar peluncuran dan diskusi buku ini cukup menarik. Selain judul bukunya yang terdengar politis, webinar ini juga dihadiri kurang lebih seratus orang dari berbagai kalangan, ada dosen dan juga mahasiswa.

Webinar ini dihadiri oleh Ketua Lembaga Penelitian Universitas Warmadewa, Prof. Dr. I Made Suwitra S.H.,M.H dalam acara ini menyampaikan laporan penelitian, Wakil Rektor I Universitas Warmadewa Ir. I Nyoman Kaca M.SI hadir untuk membuka acara ini dengan resmi, dan dihadiri oleh dosen Fisipol UGM / Koordinator staff khusus Presiden RI, Dr. AAGN Ari Dwipayana sebagai Keynote Speaker.

Penyelenggara webinar peluncuran dan diskusi buku ini, menghadirkan para pembahas dari berbagai kalangan, untuk membahas buku yang bertajuk “Menabur Pesona, Merebut Kuasa: Kontestasi Penguatan Desa Adat dalam Politik Kebudayaan di Bali”.

Para pembahas buku tersebut adalah Ni Kadek Vany Primaliraning S.H dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bali, Drs. R. Yando Zakaria adalah anggota tim penasehat senior Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Bidang Masyarakat Adat, I Gusti Agung Paramita S. Ag., M.Si adalah dosen Universitas Hindu Indonesia (UNHI), dan dihadiri juga oleh Ibu Diah dari MDA yang mewakili Dr. Ir. Luh Riniti Rahayu M. Si yang sebagai Petajuh Agung Majelis Desa Pakraman (MDA) Bali, yang dalam acara ini tidak sempat hadir.

Dalam diskusi tersebut, para pembahas yang hadir menyampaikan prespektif mereka masing-masing tentang buku berjudul “Menabur Pesona, Merebut Kuasa: Kontestasi Penguatan Desa Adat Dalam Politik Kebudayaan Di Bali” ini yang baru saja diluncurkan. Para pembahas yang hadir juga menyampaikan terima kasih terhadap peneliti, penulis buku tersebut.

Banyak dari mereka menilai buku yang berjudul “Menabur Pesona, Merebut Kuasa: Kontestasi Penguatan Desa Adat Dalam Politik Kebudayaan Di Bali” memberikan nuansa cukup kritis didalamnya.

Penulisan dan diskusi buku berjudul “Menabur Pesona, Merebut Kuasa: Kontestasi Penguatan Desa Adat Dalam Politik Kebudayaan Di Bali” Ini bertujuan menguatkan wacana desa adat menjadi semakin jelas.

“Tujuan penulisan dan bedah buku agar wacana penguatan desa adat menjadi jelas dan tidak menjadikan desa adat tidak berdaya karna intervensi ralasi kuasa supra desa. Berdaulat di bidang politik dan ekonomi serta bermatabat dlm kebudayaan,” jelas Prof. Suwitra ketua LP Unwar ini.

“Agar tidak terjadi unifikasi desa adat tapi ada pengakuan dan pengukuhan terhadap perbedaaan sebagai identitas adat dalam konsep desa mawacara,” lanjut Prof. Suwitra.

Kemudian ketua Lembaga Penelitian Universitas Warmadewa itu, melanjutkan bahwasanya istilah penguatan tidak dimanfaatkan untuk kepentingan politik belaka atau untuk status melanggengkan kekuasaan.

“Majelis Desa Adat (MDA), agar tidak menjadi alat kekuasaan untuk mengintervensi desa adat dalam sebuah kepentingan warna politik,” tambahnya.

Peluncuran buku yang berjudul “Menabur Pesona, Merebut Kuasa: Kontestasi Penguatan Desa Adat Dalam Politik Kebudayaan Di Bali” dapat diperoleh di Lembaga Penelitian Universitas Warmadewa di Jl. Terompong No.24, Sumerta Kelod, Kec. Denpasar Tim., Kota Denpasar, Bali 80239.

Wartawan : Ety Madun

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *