Webinar Peringatan Hari HIV/AIDS Sedunia, Isyarat Kepedulian oleh KSR-PMI

Dalam rangka memperingati Hari Aids Sedunia yang jatuh pada tanggal 1 Desember 2020, KSR-PMI Unit Universitas Warmadewa menyelenggarakan Webinar dengan tema “Membangun Generasi Muda yang Peduli akan HIV/AIDS di Masa Pandemi” pada Sabtu, 05 Desember 2020. Webinar ini diselenggarakan secara daring dengan pembicara dr. Ida Bagus Gede Ekaputra, M. Kes sebagai Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Denpasar serta Ni Ketut Rediten, pendamping ODHA VCT RSUP Sanglah. Webinar dihadiri langsung oleh Rektor Universitas Warmadewa, Wakil Rektor III Unwar, Ka. BAMAKERMAS Unwar, Kabag Kemahasiswaan Unwar, Pembina KSR-PMI Unwar, Perwakilan PMI Bali, Perwakilan PMI Denpasar, dan Ketua Umum KSR PMI Perguruan Tinggi Se-Kota Denpasar.

Pembina KSR PMI Unwar, Dr. Ir. Dewa Nyoman Sudita, MP menyampaikan harapan agar KSR-PMI Unwar konsisten untuk melaksanakan perayaan Hari AIDS Sedunia karena penyakit ini selalu menghantui generasi muda serta agar peserta mendapat pemahaman yang cukup dalam webinar ini.

Rektor Unwar, Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.ParK pada sambutannya mengucapkan terima kasih kepada para pembicara atas kerjasamanya dalam penyelenggaraan Webinar ini. Ia juga menyampaikan, bahwa kondisi pandemi ini memungkinkan penularan HIV/AIDS meningkat. Oleh karena itu, generasi muda harus lebih peduli dan pemahaman tentang AIDS dapat ditingkatkan.

Pada sesi pemaparan materi oleh dr. Ida Bagus Gede Ekaputra, M.Kes tentang HIV/AIDS di tengah masa pandemi di Kota Denpasar, beliau menjelaskan bahwa AIDS adalah sekumpulan gejala-gejala penyakit yang disebabkan penurunan sistem kekebalan tubuh oleh virus HIV. Penularan HIV/AIDS bisa melalui perpindahan cairan atau darah, misalnya transfusi darah, dari ibu kepada bayi yang dikandungnya, menyusui, hubungan seksual, dan jarum suntik yang dipakai secara bergantian. Orang yang terinfeksi juga tidak langsung memunculkan gejala. 

Tercatat kasus HIV di Kota Denpasar dari 1987 s/d Oktober 2020 sebanyak 10.182 kasus. Karena penularan yang banyak ini, pencegahan bisa dilakukan melalui ABCDE (Abstinence, Be Faithful, Condom, Don’t Inject, and Education). 

“Sebagai generasi muda mempunyai andil besar dalam pencegahan menularnya virus. Kita harus peduli, cari wawasan sebanyak-banyaknya, pahami dan sadari, kemudian kampanyekan kepada teman sebaya dan ajak ikut untuk berperilaku hidup sehat,” jelasnya. 

Selanjutnya, Ni Ketut Rediten yang akrab disapa Bu Desi, berbagi cerita tentang kondisinya sebagai ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS). Ia menjelaskan bahwa kontak sosial seperti bersalaman, makan bersama, maupun tinggal bersama tidak menularkan HIV. Jadi berhenti men-judge dan mendriskriminasi orang yang positif HIV. Semua orang berisiko terinfeksi. Walaupun kasus HIV meningkat, tapi penularannya tidak mudah. Perilaku hidup yang kurang terjaga dan tidak sehatlah yang menyebabkan naiknya kasus ini.

“Siapa sih yang tidak suka melakukan hubungan seks? Semua orang suka. Tapi bagaimana tetap menjaga kita dan pasangan kita tetap sehat. Itu yang susah, itu yang harus dilakukan,” ujarnya.

Setelah mendapat informasi yang didapat di Webinar ini, Bu Desi menyarankan peserta untuk segera memeriksakan diri atau tes HIV di layanan kesehatan terkait, tindakan pencegahan sangat penting. Mengingat sekali terjangkit, maka akan mengidap selamanya.

Patahkan stigma bahwa ODHA harus dijauhi. Justru ODHA harus didukung untuk bertahan hidup. Cara memberikan dukungan kepada ODHA adalah tidak mendiskriminasi, selalu memberikan motivasi, atau bisa melalui komunitas dukungan.

“Mudah-mudahan dengan adanya Webinar ini tidak akan terjadi diskriminasi (kepada ODHA, red) lagi,” tutupnya.

Oleh: Devik Widia

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *